Fakultas Pertanian UNIVA Medan Gelar FGD Analisis Biaya dan Nilai Tambah Metode Pengeringan Produk Jamur Tiram

Fakultas Pertanian UNIVA Medan Gelar FGD Analisis Biaya dan Nilai Tambah Metode Pengeringan Produk Jamur Tiram

Medan, 10 Agustus 2024 – Fakultas Pertanian Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Analisis Biaya dan Nilai Tambah Metode Pengeringan Produk Jamur Tiram Guna Memperpanjang Masa Simpan”. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi ilmiah yang mempertemukan dosen, peneliti, mahasiswa, pelaku usaha budidaya jamur tiram, serta praktisi di bidang agribisnis untuk membahas strategi peningkatan nilai ekonomi produk hortikultura melalui teknologi pascapanen.

FGD dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen Fakultas Pertanian UNIVA Medan dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta mendiskusikan berbagai metode pengeringan jamur tiram, mulai dari pengeringan secara alami menggunakan sinar matahari hingga penggunaan oven dan alat pengering modern yang dinilai mampu menghasilkan produk dengan kualitas lebih baik dan masa simpan yang lebih panjang. Kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen fakultas dalam mengembangkan penelitian terapan di bidang pertanian dan agribisnis.

Dalam sesi pemaparan materi dijelaskan bahwa proses pengeringan tidak hanya bertujuan mengurangi kadar air pada jamur tiram, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk. Produk jamur tiram kering memiliki peluang pasar yang lebih luas karena lebih tahan disimpan, mudah didistribusikan, serta dapat diolah menjadi berbagai produk pangan bernilai ekonomis seperti keripik, tepung jamur, maupun bahan baku makanan olahan lainnya.

Selain membahas aspek teknis, peserta FGD juga melakukan analisis terhadap struktur biaya produksi pada setiap metode pengeringan. Analisis tersebut meliputi biaya investasi alat, biaya operasional, konsumsi energi, tenaga kerja, hingga estimasi keuntungan yang diperoleh dari peningkatan harga jual produk setelah melalui proses pengeringan. Hasil diskusi menunjukkan bahwa pemilihan metode pengeringan yang tepat dapat meningkatkan efisiensi biaya sekaligus memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pelaku usaha.

Dekan Fakultas Pertanian UNIVA Medan menyampaikan bahwa hasil FGD diharapkan menjadi rekomendasi ilmiah bagi petani, pelaku UMKM, dan kelompok tani dalam mengembangkan usaha berbasis produk olahan jamur tiram. Melalui inovasi teknologi pascapanen, diharapkan komoditas jamur tiram tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih tinggi melalui diversifikasi produk.

Para peserta menyambut baik penyelenggaraan FGD ini karena memberikan wawasan baru mengenai pentingnya pengelolaan pascapanen yang efisien dan berorientasi pada peningkatan pendapatan petani. Diskusi yang berlangsung secara interaktif menghasilkan berbagai masukan mengenai penerapan teknologi pengeringan yang sesuai dengan kondisi usaha skala kecil maupun menengah.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian Universitas Al Washliyah Medan berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan inovasi pertanian yang aplikatif, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top