
Medan, 7–8 September 2026 — Fakultas Pertanian Universitas Alwashliyah Medan melalui Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis melaksanakan Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada 7 dan 8 September 2026, sebagai bagian dari upaya penguatan mutu dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kegiatan workshop dan FGD ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Pertanian dalam melakukan evaluasi, penyempurnaan, dan pengembangan kurikulum pada Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis agar semakin sesuai dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE).
Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, serta unsur terkait dan pemangku kepentingan. Diskusi diarahkan pada penyusunan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) serta keterkaitannya dengan kebutuhan mahasiswa, dunia usaha dan dunia industri, perkembangan keilmuan, dan tuntutan kompetensi lulusan.
Workshop dan FGD juga membahas berbagai komponen penting dalam pengembangan kurikulum, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, struktur mata kuliah, metode pembelajaran, hingga sistem asesmen dan evaluasi pembelajaran.

Pendekatan OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai salah satu fokus utama dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, penyusunan kurikulum diarahkan agar terdapat keterkaitan yang jelas antara proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan kompetensi yang diharapkan dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis juga memperoleh masukan dari berbagai pihak sebagai bahan dalam memastikan kurikulum yang dikembangkan memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan sektor pertanian.

Pimpinan Fakultas Pertanian menyampaikan bahwa pengembangan kurikulum merupakan proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Kurikulum tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi harus mampu menjadi pedoman dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dan kebutuhan dunia kerja.
“Penyusunan kurikulum berbasis OBE merupakan langkah strategis untuk memastikan proses pembelajaran benar-benar berorientasi pada capaian dan kompetensi lulusan. Melalui workshop dan FGD ini, kami berharap kurikulum Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis semakin relevan, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan perkembangan sektor pertanian.”

Hasil pembahasan selama workshop dan FGD selanjutnya menjadi bahan untuk penyempurnaan dokumen kurikulum Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis. Proses tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi sistem pembelajaran berbasis capaian serta mendukung peningkatan mutu akademik di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Alwashliyah Medan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Fakultas Pertanian Universitas Alwashliyah Medan terus menunjukkan komitmennya dalam melakukan pengembangan dan peningkatan mutu kurikulum secara berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan pendidikan tinggi dan perkembangan dunia pertanian.
Fakultas Pertanian Universitas Alwashliyah Medan
“Menguatkan Kurikulum, Mewujudkan Lulusan Pertanian yang Kompeten dan Berdaya Saing.”